Arsip Kategori: RISALAH ADAB DAN AKHLAK

TERGANTUNG AKHLAKNYA

Seganteng gantengnya seseorang, belum tentu seganteng akhlaknya..

Sejelek jeleknya seseorang, belum tentu pula sejelek akhlaknya..

Karna yang menentukan adalah AKHLAKNYA, WALAU ORANG NYA itu GANTENG MAUPUN JELEK..

Oleh karna, di POSISI manakah dirimu shobatku sa’at ini???

SEMOGA aja, semuanya berada di dalam posisi yang lebih baik, BAIK DALAM ARTI :

Engkau ganteng akhlakmu juga begitu, bukan malah sbaliknya..?!

Dan engkau jelek tapi akhlaknya baik, dan bukan pula malah sebaliknya.. ??!

Dahh,,..itu Aja..

#Edisi_Mari_Bersama_Kita_Meniti_Akhlak_Yang_Baik

Barokallohufiik !

CANTIKMU WANITA BUKAN PANCARAN DADAMU, TAPI AKHLAKMU

Allah akan menjadikan-mu bidadari syurga. Oleh kerana itu, para pemuda jangan sampai tersalah dalam memilih pasangan hidup. Pilihlah wanita solehah untuk dijadikan isteri dan pendamping hidup yang teramat setia malah sentiasa menjaga akhlaknya di mana jua dia berada.

Allah Azza Wa Jalla berfirman :

di dalam Surah An-Nuur pada ayat 30-31,

“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji (kemaluan) – nya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji- nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak daripadanya.

Rasulullah ShalallohuAlaihi Wa Sallam bersabda :

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah.”
[(Hadis Riwayat Muslim)]

Yang berarti pada Alqur’an dan hadits di atas adalah di tujukan kepada wanita shalihah, bukan pada wanita muslim tapi memamerkan auratnya dan menonjolkan dadanya
(perhiasannya), yang seharusnya di sembunyikan atau di tutup ….!

Wahai Wanita Muslimah… !?

Di mana letak Perhiasanmu ?
Di mana letak kemaluan mu ?
Di mana letak mahkotamu ?
Dan Dimana pula letak Kehormatanmu ?

JADILAH KAMU WANITA YANG SELALU MENJAGA IFFAH (malu)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” [(HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)]

Dan Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain :

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”
[(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)]

Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.

Barokallohufiikum !