Arsip Kategori: MUSLIMAH HIJAB

MENGUNGKAP AKUN FB AKHWAT SALAFI

image

Oleh: Fachriy Aboe Syazwiena

I. TENTANG FOTO

Apakah para wanita salafi (bermanhaj salaf) memajang fotonya? Memamerkan auratnya? Menampilkan wajahnya?

Mereka memajang foto makhluk non bernyawa sebagai profile ficture. Ada gambar pemandangan, bunga, buah, bangunan, pantai, dan lain-lain. Di dunia nyata umumnya mereka pakai cadar lho. Amat jarang ditemui mereka yang menampilkan fotonya walaupun hanya sekedar foto bercadar. Kalaupun ada diantara mereka yang tidak bercadar di dunia nyata, mereka tetap tidak akan menampilkan foto wajahnya di facebook.

Kenapa?

Pertama:

Mereka pemalu lho. Pemalu banget. Ngga percaya? Coba deh ngumpul ama mereka. Jangankan menampakkan aurat, jika wajah mereka terlihat oleh laki-laki maka ini akan membuat mereka malu banget. Wajah mereka tertunduk jika ada lelaki-lelaki.

Siapa teladan mereka? Pas ane nulis bagian ini, ane teringat apa yang dikatakan Asma’ binti Abu bakar radhiyallahu anhuma. Beliau (Asma’) berkata:

“Kami menutupi wajah-wajah kami dari pandangan kaum laki-laki dan kami menyisir rambut kami terlebih dahulu ketika hendak melakukan ihram.”[1]

Begitu pula apa yang dikatakan Aisyah radhiallahu ‘anha:

“Adalah para pengendara melewati kami sedangkan kami tengah berihram bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila para pengendara tersebut melewati kami, maka masing-masing dari kami menutupkan jilbabnya dari kepalanya agar menutupi wajahnya. Dan ketika mereka berlalu maka kami pun membukanya kembali.”[2]

Mereka paham kalau wajah adalah kumpulan titik-titik pesona yang mampu menyihir laki-laki. Luar biasa cara pandang mereka. Indah nian kepribadian ini. Malu yang ada di hati mampu menjadikan mereka seperti ini.

Coba deh liat saudari muslimah kita yang lain. Foto-foto mereka membanjir diupload. Dengan gaya inilah, gaya itulah, narsis gini, narsis gitu, buka aurat, de-el-el lah. Wah, yang seperti ini memang tak enak dipandang.

Kedua:

Penyebab kedua ini ada kaitannya dengan hukum bercadar apakah wajib atau sunnah dan hukum foto makhluk bernyawa yang berbentuk file. Namun disini tidak akan dibahas perbedaan ini.

Katakanlah sebagian kecil dari mereka memahami cadar sebagai suatu yang sunnah plus mengikuti kebolehan foto makhluk bernyawa dalam bentuk file.

Apakah ini memberikan kesempatan untuk menampilkan wajah mereka di Facebook? Bisa jadi namun kebanyakan dari mereka amat sangat jarang melakukan ini. Kenapa? Karena, selain rasa malu, mereka menilai tindakan ini tidak bermanfaat. Malah akan menjadi bulan-bulanan bagi laki-laki.

Apa sih manfaatnya cewek-cewek salafi kayak gitu?

Wah, ane kurang nyaman manggil dengan istilah ‘cewek’. Ane pakai istilah ‘akhwat’ aja ya. Mereka itu, akhwat salafi, dengan sikap baik mereka seperti itu punya kontribusi lho buat akhwat lainnya. Apa itu?

Pertama:

Mengurangi maksiat laki-laki. Coba deh kalau ada akun facebook wanita cantik buka aurat plus tidak berhijab syar’i, senyumannya menggoda, kulitnya bening, sering banget ngupload foto dengan berbagai fose, so pasti laki-laki akan berduyun-duyun nge-add tu cewek plus ngajak chat, nginbox plus surcribe bin langganan. Bukan begitu?

Bandingkan dengan akhwat-akhwat salafi yang jauh dari kesan kayak gitu. Jauh banget bedanya.

Mungkin ngga laki-laki berpikir untuk “menzinai” wanita walaupun hanya dalam dunia hayalnya pas melihat akun akhwat salafi yang fotonya pakai bunga, updates status Al-Quran dan penjelasan hadits, nggak pernah ngeluh, nggak pernah ngomong jorok/vulgar di status? Ngga mungkin lah.

Kedua:

Mereka memberikan teladan yang baik buat rekan-rekan muslimah yang lain. Nggak sedikit lho muslimah yang lainnya ikut “style” mereka. Muslimah yang lainnya pada “iri” begitu hebat akhwat salafi memegang teguh prinsip apalagi zaman sekarang yang katanya zaman buka-bukaan^.^

Ketiga:

Ini langkah aman lho yang bermanfaat untuk para istri yang suaminya suka lirik sana-sini apalagi keberadaan suami yang ‘lancar’ berselancar di FB. Dengan keberadaan akhwat salafi di FB dan akhwat-akwat lain yang ngikutin trend mereka maka jelas ini ngurangin kesempatan buat si hidung belang.

Keempat:

Jauh dari tabarruj. Inilah salah satu “kenyamanan” kalau kita lagi buka facebook. Tidak mengganggu mata, hati dan pikiran. Mengenakkan mata kalau para cewek (eh, akhwat) bisa meneladani ‘gaya’ mereka yang jauh dari tabarruj.

Para akhwat salafi paham kalau tidak ada udzur syar’i yang memperbolehkan hal itu.

Mereka tak mau menanggung dosa lelaki yang bermaksiat karena ulah mereka.

Mereka tahu bahwa banyak tangan jahil dan usil yang mengoleksi foto-foto wanita lalu menyebarkannya di dunia maya.

Mereka memahami bahwa sangat mungkin bagi laki-laki untuk menelanjangi mereka dalam dunia hayal.

Mereka sadar bahwa syaitan bangga dan terbahak-bahak nantinya.

Mereka sadar bahwa syaitan menghias mereka dengan begitu indahnya di pandangan mata laki-laki.

Mereka sadar bahwa syaitan akan menyesatkannya dan menyesatkan kaum laki-laki dengan ulah mereka jika mereka bertabarruj.

II. INTERAKSI LAWAN JENIS

Walaupun tidak semuanya, tak sedikit di antara mereka yang hanya berteman dengan sesama wanita. Mereka memahami kalau hati itu lemah apalagi jika berhadapan dengan badai fitnah lawan jenis. Mereka merasakan bahwa jiwa mereka didominasi oleh perasaan. Mereka merasa risih lho kalau ada laki-laki berada dalam akun mereka.

Ada pula yang tetap berkawan dengan laki-laki namun tetap menjaga adab-adab sebagai muslimah. Mereka tidak sembarang berteman dengan laki-laki. Barangkali akun laki-laki yang membagikan postingan-postingan bermanfaat yang akan mereka add.

III. GRUP KHUSUS AKHWAT

Mereka punya grup FB tersendiri lho khusus muslimah yang membahas tema-tema umum maupun agama terutama tema khusus wanita, misalnya bagaimana “membahagiakan” suami, tips masak, pakaian maupun perlengkapan khusus muslimah, ibu hamil, dan lain-lain.

IV. LIKE/SUKA

Mereka nge-like halaman/page yang nambah ilmu dan wawasan baik tentang islam maupun yang sifatnya keduniaan misalnya page tentang masakan, kesehatan, ibu hamil, dan lain-lain deh. Mereka ngga bakal like page artis/aktor korea lho kayak Lee Min Ho, Hyun Bin, Rain, Kim Bum, Kim Hyun Joong, Kim Joon maupun page lain yang jauh dari kesan bersahaja. []

Rabu, 15 Dzulhijjah 1433 H/31 Oktober 2012 M.

End Notes:

[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, ia berkata: “Hadits ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Hal ini disepakati oleh Adz-Dzahabi.”

[2] Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ad-Daaruquthni dan Al-Bahaqi

Sumber : https://www.islampos.com/

Barokallohufyik !!!

Iklan

NASEHAT UNTUKMU REMAJA MUSLIM WANITA

Jangan kalian sia-siakan masa muda dan umur kalian dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, apalagi dengan perbuatan dosa dan maksiat…

Apalagi banyak dari kalian yang terjatuh pada pergaulan bebas…!!!

Wahai para wanita…!!!

perhatikanlah beberapa ayat dan hadits di bawah ini, semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan hendaklah kalian (wahai para wanita) tetap di rumah kalian, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.”

al-Ahzab: 33

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat: (1) sebuah kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia, dan (2) para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan sambil berlenggak-lenggok (berjalan dengan menimbulkan godaan); kepala mereka seperti punuk unta yang miring; mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium bau harum surga yang tercium dari jarak sekian-sekian.”

HR. Muslim no. 5704

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

al-Isra’: 32

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“… Kemudian, kami pergi dan sampai pada suatu bangunan yang serupa dengan tungku api, yang terdengar darinya suara hiruk pikuk. Kami menengok ke dalamnya. Ternyata di dalam ada laki-laki dan perempuan dalam keadaan telanjang. Datang dari bawah mereka kobaran api, yang apabila kobaran api datang mengenai mereka, mereka berteriak (memekik). Aku bertanya, ‘Siapa mereka itu?’ … Mereka berdua menjawab, ‘Adapun sejumlah laki-laki dan perempuan yang telanjang, yang berada di dalam bangunan serupa tungku api, adalah para pezina laki-laki dan perempuan’.”

HR. al-Bukhari no. 7047

Berkata al-Imam Ahmad tentang dosa zina :

“Saya tidak mengetahui sesuatu yang lebih besar dosanya—setelah dosa membunuh seseorang—daripada zina.”

ad-Da’ wad Dawa’ hlm. 230

Wallohu A’lam, Barokallohufiikum !!!

UNTUKMU PARA REMAJA WANITA, KASIHANILAH DIRI KALIAN

Jangan kalian sia-siakan masa muda dan umur kalian dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, apalagi dengan perbuatan dosa dan maksiat…

Apalagi banyak dari kalian yang terjatuh pada pergaulan bebas…!!!

Wahai para wanita…!!!

perhatikanlah beberapa ayat dan hadits di bawah ini, semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan hendaklah kalian (wahai para wanita) tetap di rumah kalian, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.”

al-Ahzab: 33

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat: (1) sebuah kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia, dan (2) para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan sambil berlenggak-lenggok (berjalan dengan menimbulkan godaan); kepala mereka seperti punuk unta yang miring; mereka tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium bau harum surga yang tercium dari jarak sekian-sekian.”

HR. Muslim no. 5704

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

al-Isra’: 32

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“… Kemudian, kami pergi dan sampai pada suatu bangunan yang serupa dengan tungku api, yang terdengar darinya suara hiruk pikuk. Kami menengok ke dalamnya. Ternyata di dalam ada laki-laki dan perempuan dalam keadaan telanjang. Datang dari bawah mereka kobaran api, yang apabila kobaran api datang mengenai mereka, mereka berteriak (memekik). Aku bertanya, ‘Siapa mereka itu?’ … Mereka berdua menjawab, ‘Adapun sejumlah laki-laki dan perempuan yang telanjang, yang berada di dalam bangunan serupa tungku api, adalah para pezina laki-laki dan perempuan’.”

HR. al-Bukhari no. 7047

Berkata al-Imam Ahmad tentang dosa zina :

“Saya tidak mengetahui sesuatu yang lebih besar dosanya—setelah dosa membunuh seseorang—daripada zina.”

ad-Da’ wad Dawa’ hlm. 230

Wallohu A’lam, Barokallohufiikum !!!

TAUKAH KAMU APA ITU AURAT, SAUDARIKU YANG MUSLIMAH?

  • Yang di sebut aurat bukanlah rambut
  • Yang di sebut aurat bukanlah alis dan mata

  • Yang di sebut aurat bukanlah batang hidung dan mulut

  • Yang di sebut aurat bukanlah raut mukamu yang cantik ataupun jeleknya dan kelopak telinga serta panca indra yang lainnya..

NAMUN AURATMU ADALAH
(SELURUH ANGGOTA) Yang ada di BADANMU, yang WAJIB DAN HARUS KAU TUTUPI dan untuk menjaga PERHIASAN yang SANGAT BERHARGA YANG kamu miliki…

CARILAH ISTRI YANG BERHIJAB

image

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al Ahzab: 59)

Inilah perintah yang menjadi identitas seorang Muslimah untuk selalu mengenakan jilbab di manapun dirinya berada.

Dari ayat perintah berjilbab tersebut, tersirat sebuah tujuan mulia yakni menjaga martabat seorang wanita dari laki-laki asing (bukan mahramnya).

Wanita yang baik akan menggunakan jilbab untuk menjaga hijab ketika bersosialisai dengan siapapun dan di manapun, kecuali kepada kerabat keluarganya. Dengan menjaga hijab, kehidupan seorang wanita akan jauh dari fitnah terlebih-lebih gosip di jaman seperti ini.

Dan masih banyak ayat-ayat Allah maupun hadits Rasulullah yang mengharuskan jilbab bagi seorang Muslimah jika dirinya ingin benar-benar mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sumber : Facebook

Barokallofiikum !

KATA ORANG SEKARANG !

” obral cinta udah gk jaman,
obral aurat boleh, asal niatnya baik ”


Ummu Abdillah
Al-Wadi’iyah berkata :

“Sungguh, musuh-musuh Islam telah mengetahui bahwa keluarnya kaum perempuan dengan mempertontonkan aurat adalah sebuah gerbang diantara gerbang-gerbang menuju kejelekan dan kehancuran. Dan dengan hancurnya mereka maka hancurlah masyarakat. Oleh karena itulah mereka sangat bersemangat mengajak kaum perempuan supaya rela menanggalkan jilbab dan rasa malunya…”
[(Nasihati li Nisaa’, hal. 91)]

Dan Beliau juga mengatakan:

“Sesungguhnya persoalan tabarruj (mempertontonkan aurat) bukan masalah ringan karena hal itu tergolong perbuatan dosa besar.”
[(Nasihati li Nisaa’, hal. 95)]

Mari muliakanlah dirimu dengan Pakaian Takwa

Allah ta’ala berfirman :

“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
[(QS. Al-A’raaf: 26)]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang aurat, maka beliau bersabda :

“Jagalah auratmu, kecuali dari (penglihatan) suamimu atau budak yang kau punya.” Kemudian beliau ditanya, “Bagaimana apabila seorang perempuan bersama dengan sesama kaum perempuan ?” Maka beliau menjawab, “Apabila engkau mampu untuk tidak menampakkan aurat kepada siapapun maka janganlah kau tampakkan kepada siapapun.” Lalu beliau ditanya, “Lalu bagaimana apabila salah seorang dari kami (kaum perempuan) sedang bersendirian ?” Maka beliau menjawab, “Engkau lebih harus merasa malu kepada Allah daripada kepada sesama manusia.”
[(HR. Abu Dawud [4017] dan selainnya dengan sanad hasan, lihat Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 381)]

Semoga ini menjadi
renungan untuk kita bersama …

Wollohu Waliyyut Taufiik !

ASTAGFIRULLOH

SecarA terlintas terdengar di telinga ini, namun tidak ku lakukan dengan sengaja ….

Ampunilah Hamba yaa Allah … 😥

Terlintas terdengar bahwa, Bait bait lagu / nyanyian yang menyindir tentang janda :

” Aku janda kembang, cantik dan menawan…. aku bukan perawan tapi dapat menggoda iman ”

Na’udzubillahi mindzaalik…

Itulah sepintas terdengar di telinga ini

……………………………………………………

MENGHADAPI FITNAH PARA WANITA
(SECARA UMUM)

Saya membaca sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:

‘Aku tidak tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain fitnah wanita.”
[(HR. Bukhari, no. 5096, dan Muslim, no. 2740)]

Pertanyaanku adalah bagaimana diriku selamat dari fitnah ini, sedangkan aku melihatnya di seluruh tempat, di jalan, televisi, internet, pekerjaan dan lain sebagainya ?

Allah menciptakan manusia di alam yang penuh cobaan dan ujian. Dan menjadikan surga tempat bagi para penolong dan kekasihNya –yang mendahulukan keredoanNya dibandingkkan dengan keridhaan dirinya dan ketaatan kepadaNya dibandingkan kesenangan badannya. Dan Dia menjadikan neraka tempat bagi yang membangkang dari hamba-Nya serta mereka yang mendahulukan hawa nafsu dibandingkan keredhaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah berfirman :

“Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.”
[(QS. Maryam: 63)]

Dan firmanNya:

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).”
[(QS. An-Naziaat: 40-41)]

Dan Dia berfirman terkait dengan penduduk Neraka:

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
[(QS. Maryam: 59)]

Dan firmanNya:

“Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.”
[(QS. Al-Kahfi: 106)]

Dan firmanNya:

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).”
[(QS. An-Naziaat: 37-39)]

Bagi seorang muslim bersemangat diri untuk beribadah kepada Allah, menjauhi apa yang membuat Allah murka, Allah tidak akan menghilangkan pahala bagi orang yang melaksanakan amalan terbaik.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
[(QS. Al-Ankabut: 69)]

Sedungguhnya di antara fitnah yang menjadi cobaan kita sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam adalah fitnah wanita :

‘‘Aku tidak tinggalkan setelahku fitnah yang lebih besar bagi laki-laki selain fitnah wanita.”
[(HR. Bukhari, no. 5096. Muslim, no.  2740)]

Berikut ini sebagian kiat yang dapat membantu untuk menjauhi fitnah ini, kami memohon kepada Allah agar memperbaiki kondisi umat Islam :

1.      Beriman kepada Allah Azza Wa Jalla,

Sesungguhnya beriman kepada Allah serta takut kepadaNya mengandung keamanan dan penjagaan seorang hamba dari terjerumus ke sesuatu yang haram dan terjerat dalam syahwat yang datang. Seorang mukmin manakala dididik merasa diawasi Allah, dan mempelajari rahasia Nama dan Sifat-Nya seperti yang maha Mengetahui, yang Maha melihat, yang Maha mengawasi, yang maha Menyaksikan, yang Maha Menghitung, yang Maha menyimpan dan yang Maha Melingkupi. Hal itu akan membuahkan rasa takut dariNya Subhanahu baik dalam kondisi tersembunyi maupun yang nampak. Meninggalkan kemaksiatan dan sebagai tameng dari ajakan syahwat yang membuat kebanyakan orang bergejolak ke arah haram.

2.      Menahan pandangan dari sesuatu yang diharamkan

Sesungguhnya pandangan itu menghasilkan lintasan buruk dan perbuatan rendah dalam hati. Kemudian dari lintasan berkembang menjadi pikiran, kemudian menjadi syahwat kemudian keinginan kuat maka kemudian melakukan sesuat yang haram, perhatikan ayat ini yang menggabungkan antara langkah haram  pertama sampai ke akhirnya. Allah berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
[(QS. An-Nur: 30)]

Ibnu Katsir rahimahullah mengomentari:

“Ini adalah perintah Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya orang-orang mukmin. Hendaknya mereka menahan pandangan terhadap apa yang diharamkan kepada mereka. Maka jangan melihat kecuali apa yang boleh dilihat dan hendaknya menahan pandangan dari apa yang diharamkan. Jika pandangan menangkap sesuatu yang haram tanpa sengaja, maka hendaklah memalingkan pandangan dengan segera.”

3.      Melawan lintasan pikiran

Sesungguhnya lintasan buruk dalam hati itu bahaya. Kapan saja seorang hamba mengenai bersamanya dan tanpa dilawan, maka akan berkembang menjadi pikiran, kemauan, keinginan, keinginan kuat, dan ingin melaksanan dan melakukan sesuatu yang haram. Maka sikap hati-hati harus terus terbawa dalam lintasan pikiran, bahkan seharusnya melawannya dan menggabungkannya dengan lintasan baik. Maka solusinya adalah melawan lintasan dengan menyibukkan jiwa dengan memikirkan sesuatu yang bermanfaat.

4.      Menikah

“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu, dia berkata, Nabi Sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ (رواه البخاري، رقم 5065)

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian mampu menikah, maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. Karena (puasa) itu tameng baginya.: (HR. Bukhari, no. 5065)

5.      Berpuasa bagi yang tidak mampu menikah. Berdasarkan hadits tadi yang di dalamnya, ‘Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. Karena (puasa) itu tameng baginya.” (HR. Bukhari, no. 5065)

Al-Qurtuby rahimahullah berkata, “Semakin sedikit makan, maka syahwat makin lemah. Jika syahwat melemah, maka akan sedikit berbuat kemaksiatan.”

6.      Menjauhi teman buruk

المَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ  (رواه أبو داوود، رقم 8433 وحسنه الألباني في صحيح أبي داود، رقم 4046)

“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah setiap orang memperhatikan siapa teman dekatnya .” (HR. Abu Daud, no. 8433. Dihasankan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud, no. 4046)

7.      Menjauhi tempat-tempat fitnah.

Tidak tersembunyi lagi bahwa kita hidup sekarang di masyarakat yang penuh dengan fitnah. Hal itu terlihat dampaknya di toko-toko, pasar-pasar yang  buruk, chanel tv, internet dan lain-lainnya. Maka hendaknya anda lari dari fitnah dan menjauhinya agar anda dan agama anda selamat.

8.      Menjaga waktu dengan menyibukkan diri untuk ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla

Sesungguhnya waktu adalah nikmat yang agung kepada hamba di antara nikmat-nikmat Allah. Akan tetapi banyak yang terlena. Ada hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ (رواه البخاري: 6412)

“Dua kenikmatan, kebanyakan orang terlena, kesehatan dan waktu kosong.” (HR. Bukhari, no. 6412)

9.      Mengingat nikmat akhirat, lebih khusus mengingat bidadari dan sifat-sifatnya yang Allah persiapkan bagi orang yang sabar dari (godaan) kemaksiatan. Ini dapat mendorong seorang muslim untuk meninggalkan kesenangan sesaat yang hanya mewariskan penyesalan dan kerugian.

Marilah Kita memohon kepada Allah agar kita dijauhkan dari fitnah yang nampak maupun yang tidak nampak.

__

Sumber bacaAn :
soal jawab tentang islam
ISLAM QA
Dengan sedikit perubahan .

Semoga bermamfaat ….
Barokallohufiikum !

DUA GOLONGAN YANG BELUM PERNAH DILIHAT ROSULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DAN TELAH KITA LIHAT

image

Rosulullah shallAllaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

حدثني زهير بن حرب حدثنا جرير عن سهيل عن أبيه عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة البختالمائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها لتوجد من مسيرة كذا وكذا

“Dua golongan ini dari ahli neraka yg belum pernah Aku lihat, yaitu : Suatu kaum yg memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita yg berpakaian tapi telanjang, berlagak lenggok (dalam jalannya), mengajarkan wanita berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yg miring, wanita seperti ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya)”.
(HR.Muslim)

Ramalan Rosulullah shallAllaahu ‘alaihi wasallam ini telah terbukti. Sungguh Beliau telah memberikan ciri2 (kriteria) yg tepat seperti orang yg menyaksikannya (Dewasa ini, di abad ini)

Berpakaian tapi telanjang

Mereka memakai pakaian yg tipis, sehingga kelihatan lekuk tubuhnya atau pakaian mini (bikini) dan semisalnya.Wanita seperti ini berpakaian tapi pada hakekatnya telanjang.

Maailat

Berpaling dari taat pada Allaah, dan dari kewajiban – kewajiban berupa malu (mempertontonkan auratnya sekaligus melanggar larangan Allaah) enggan memakai hijab dan jilbab.Mereka berlenggak – lenggok dalam jalannya dengan pakaian mini yg memperlihatkan auratnya.

Mumilaat

Memalingkan wanita lain, dengan mengajarkan kepada mereka bersolek, berdandan secara seronok (ala jahiliah) dan tidak menutup aurat, dengan berbagai macam cara. Memalingkan hati kaum lelaki dengan beracun iblis.

Kepala mereka seperti punuk onta;

Menyanggulkan rambutnya keatas (kebanyakan rambut sambungan dan pasangan, padahal Allaah dan Rosul-NYA melaknat wanita yg menyambung rambutnya dan minta di sambungkannya), seperti punuk onta yg miring.

Wahai Ukhti Al Muslimah !

Kamu seharusnya memperhatikan pakaianmu dan berbuat serta wajib memiliki kepribadian Islam sebagaimana apa yg kamu dengar, lihat dan baca (Ajaran Islam).

ياايهاالنبى قل لأزواجك وبناتك ونساءالمؤمنين يدنينعليهن من جلابيبهن ذلك أدني أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورارحيما (الأحزاب)

Artinya:Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allaah adalah maha pengampun dan penyayang.
(Al Ahzab.59).

Sungguh sedikit orang yg berbuat dan mengajak kepada kebaikan, sebagaimana seruan seorang penyair :

“Wahai kamu yg selalu mengurusi badanmu. Betapa banyak usaha yg telah kamu lakukan. Apakah kamu mencari keuntungan dari sesuatu yg jelas rugi. Perhatikan jiwamu, sempurnakan keutamaannya, sebab kamu disebut manusia dengan jiwa, bukan karena tubuh jasadmu.

Semoga Allaah SubhanAllaahu wa ta’ala menjaga kita dari setiap kejahatan dan menganugrahkan kepada kita khusnul khotimah.

Dan segala puji bagi Allaah SubhanAllaahu wa ta’ala pada awal dan akhir serta sholawat dan berkah kepada nabi Muhammad shallAllaahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabatnya dan pengikutnya sampai hari kiamat tiba.

Sumber : facebook.com

Semoga bermanfaat .
Barokallohufiik !

BAGIMU YANG BELUM MENUTUP AURAT SILAHKAN CARI DALILNYA

  • boleh menunda menutup aurat jika belum
    siap
  • tidak ada guna berjilbab tapi kelakuan tak baik

  • ingin perbaiki hati / kelakuan dulu baru nanti
    berjilbab

  • berjilbab kalau sudah menikah

  • yang penting hatinya bukan penampilannya

  • percuma berjilbab jika hatinya tak baik / busuk

  • aku tak berjilbab karena gerah

  • aku tak berjilbab karena pekerjaan

dan alasan lain yang memperbolehkan tak
berjilbab / menutup aurat tolong carikan
dalilnya , adakah di perbolehkan tak menutup
aurat / berjilbab dengan alasan alasan yang di
sebut kan di atas ??

Jika tak ada mengapa masih saja berani
menentang perintah Allah ??

siapa kita ?

sedangkan Allah adalah penguasa hidup dan
mati kita dunia – akhirat… !

Allah Ta’ala berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﻗُﻞْ ﻟِﺄَﺯْﻭَﺍﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦْ ﺟَﻠَﺎﺑِﻴﺒِﻬِﻦَّ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻠَﺎ
ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mukmin: >> “Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“ <<. Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan
Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

By: Ustadz. Hizbul Majid Al-Jawi dgn penambahan
ayat.

fb Status Nasehat —

Barokallohufiik !

TIGA GAYA WANITA YANG TIDAK DAPAT MENCIUM BAU SURGA

Ada tiga gaya, penampilan atau mode yang membuat wanita muslimah diancam tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian. Di antara penampilan yang diancam seperti itu adalah gaya wanita yang berpakaian namun telanjang. Yang kita saksikan saat ini, banyak wanita berjilbab atau berkerudung masih berpenampilan ketat dan seksi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

Tiga Sifat Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga

Dalam hadits di atas disebutkan beberapa sifat wanita yang diancam tidak mencium bau surga di mana disebutkan,

وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ

Yaitu para wanita yang: (1) berpakaian tetapi telanjang, (2) maa-ilaat wa mumiilaat, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?

Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.

(1) Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:

1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.

2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.

3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.

(2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat

Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:

1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.

2- Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.

3- Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.

(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring

Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).

Mode Wanita Saat Ini …

Ada beberapa gaya yang bisa kita saksikan dari mode wanita muslimah saat ini yang diancam tidak mencium bau surga berdasarkan hadits di atas:

1- Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga kelihatan warna kulit.

2- Wanita yang berpakaian tetapi telanjang karena sebagian tubuhnya terbuka dan lainnya tertutup.

3- Wanita yang biasa berhias diri dengan menyisir rambut dan memakerkan rambutnya ketika berjalan dengan berlenggak lenggok.

4- Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul).

5- Wanita yang memakai wangi-wangian dan berjalan sambil menggoyangkan pundak atau bahunya.

Semoga Allah memberi petunjuk pada wanita muslimah untuk berpakaian yang sesuai petunjuk Islam. Karena penampilan seperti ini yang lebih menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat.

Sumber : rumaysho.com

Semoga bermamfaat .
Barokallohufiikum !

PERINTAH MENUTUP PERHIASAN DAN LARANGAN MENAMPAKKAN NYA KEPADA KAUM LAKI-LAKI

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

“… dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”
Maksud dari perhiasan yang harus ditutupi di dalam ayat ini secara umum mencakup pakaian luar yang dihiasi dengan hiasan-hiasan yang menarik pandangan mata kaum laki-laki, bukan hanya perhiasan secara khusus seperti anting-anting, gelang tangan, gelang kaki, kalung cincin, atau yang semisalnya.

Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullahu ta’ala menjelaskan tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya”

perhiasan yang dimaksud ialah seperti pakaian yang indah, perhiasan-perhiasan, serta seluruh badan, semuanya termasuk perhiasan (dalam ayat ini)

[Tafsir al-Karimurrahman lit Tafsiril Kalamil Mannan, Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, hlm. 515]

Adapun laki-laki yang boleh melihat perhiasan seorang wanita, sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, ada dua belas golongan saja, yaitu ayahnya, suaminya, mertuanya, putra-putranya, putra-putra suaminya, saudara-saudaranya, putra-putra saudaranya, putra-putra saudarinya, sesama kaum muslimah, budak-budaknya, pelayan laki-laki yang tidak bersyahwat terhadap wanita, dan anak-anak kecil yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Semoga bermamfaat .
Barokallohufiikum !

CANTIKMU WANITA BUKAN PANCARAN DADAMU, TAPI AKHLAKMU

Allah akan menjadikan-mu bidadari syurga. Oleh kerana itu, para pemuda jangan sampai tersalah dalam memilih pasangan hidup. Pilihlah wanita solehah untuk dijadikan isteri dan pendamping hidup yang teramat setia malah sentiasa menjaga akhlaknya di mana jua dia berada.

Allah Azza Wa Jalla berfirman :

di dalam Surah An-Nuur pada ayat 30-31,

“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji (kemaluan) – nya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji- nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak daripadanya.

Rasulullah ShalallohuAlaihi Wa Sallam bersabda :

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah.”
[(Hadis Riwayat Muslim)]

Yang berarti pada Alqur’an dan hadits di atas adalah di tujukan kepada wanita shalihah, bukan pada wanita muslim tapi memamerkan auratnya dan menonjolkan dadanya
(perhiasannya), yang seharusnya di sembunyikan atau di tutup ….!

Wahai Wanita Muslimah… !?

Di mana letak Perhiasanmu ?
Di mana letak kemaluan mu ?
Di mana letak mahkotamu ?
Dan Dimana pula letak Kehormatanmu ?

JADILAH KAMU WANITA YANG SELALU MENJAGA IFFAH (malu)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” [(HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)]

Dan Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain :

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”
[(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi)]

Begitu jelas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan teladan pada kita, bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlaq Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman dan sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan.

Barokallohufiikum !

BEGINILAH JADINYA KALAU KEBANYAKAN GAYA

image

Baju ngetat, Make sanggul,
Hmmm….. Mirip punuk onta

Melalui sabdanya, Rasulullah ShalallahuAlaihi Wa Sallam telah memberitahukan kepada kita mengenai hal ini.

Rasulullah bersabda:

وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti ‪punuk punuk unta‬ yang berlenggak-lenggok.

Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak jauh sekali),”

(HR. Muslim dan yang lain)

Barokallohufiik  !

WANITA SHALIHAH AKAN DIPELIHARA OLEH ALLAH SUBHANAHU WA TAALA

Sebagaimana dalam firman-Nya :

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.”
(QS. An Nisa’ : 34)

Namun Manakah yang di maksud dengan wanita shalihah tersebut?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” [(An-Nisa: 34)]

Dalam ayat yang mulia ini disebutkan bahwa di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf, yaitu (Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak ada ketaatan), lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata:

“Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: “Wanita shalihah adalah yang taat,” yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.”
[(Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)]

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Jika sampai Nabi menceraikan kalian,
Mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis.”
[(At-Tahrim: 5)]

Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka. Ini merupakan pengabaran tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman untuk menakut-nakuti istri-istri Nabi , bukan berarti ada orang yang lebih baik daripada shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita..

Al-Qurthubi rahimahullah berkata:

“Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang lebih baik daripada mereka.”
[(Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)]

Dalam ayat yang mulia di atas pula disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:

PERTAMA Muslimat

Yaitu : wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.

KEDUA Mukminat

Yaitu : wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala

KETIGA Qanitat

Yaitu : wanita-wanita yang taat

KEEMPAT Taibat

Yaitu : wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.

KELIMA ‘Abidat

Yaitu : wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma)

KEENAM Saihat

Yaitu : wanita-wanita yang berpuasa.
[(Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)]

WollohuA’lam .
Barokallohufiikum !